Home Akuntan Ini 10 Pelajaran Hidup Berkat Ilmu Akuntansi

Ini 10 Pelajaran Hidup Berkat Ilmu Akuntansi

Komentar Dinonaktifkan pada Ini 10 Pelajaran Hidup Berkat Ilmu Akuntansi
Ini 10 Pelajaran Hidup Berkat Ilmu Akuntansi

Akuntansi adalah ilmu yang mempelajari tentang pembuatan laporan kinerja, posisi keuangan dan informasi arus kas sebuah bisnis. Laporan tersebut menjadi dasar bagi manajer atau pengusaha untuk membuat keputusan terkait bisnisnya.

Saat mempelajari suatu hal, pasti ada pelajaran hidup yang bisa dipetik. Tak terkecuali saat mempelajari ilmu akuntansi. Pelajaran hidup apa saja yang bisa dipetik dari ilmu akuntansi?

  1. Penyusutan Nilai / Depresiasi

Saat mempelajari ilmu akuntansi, pasti akan mengenal yang namanya penyusutan nilai atau depresiasi. Dalam bisnis, setiap barang memiliki nilai, namun semakin lama umur barang tersebut, maka nilainya akan semakin berkurang. Hingga suatu ketika barang itu tidak berfungsi lagi dan harus digantikan dengan barang yang baru.

Tidak hanya barang, penyusutan nilai juga terjadi pada manusia. Semakin bertambah usia manusia, kemampuan mengingatnya akan berkurang, begitu pula kemampuan fisiknya. Pelajaran hidup yang dapat dipetik adalah untuk memanfaatkan aset yang dimiliki saat masa muda, sebaik-baiknya.

Advertisements
  1. Evaluasi Diri

Saat membuat laporan keuangan, penghitungan laba dan rugi pastilah ada. Sebuah bisnis pasti pernah mengalami kerugian-kerugian dahulu sebelum akhirnya dapat memperoleh laba. Melalui pencatatan arus kas pada kegiatan akuntansi, seorang pengusaha dapat melihat penyebab kerugian.

Dari melihat kesalahan itulah kemudian si pengusaha bisa memperbaiki strategi bisnisnya agar bisa mendapat hasil yang lebih baik di esok hari.

Dari ilmu akuntansi ini, kita bisa memetik pelajaran hidup bahwa, kita mesti berani mengevaluasi diri. Dengan mengetahui dan mengakui kelemahan atau kesalahan itulah, baru kita bisa berusaha untuk memperbaiki diri.

  1. Tutup Buku adalah Awal yang Baru

Dalam akuntansi, pencatatan dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Setelah periode itu berakhir, maka dilakukan tutup buku. Setelah tutup buku, maka dibuka periode pencatatan yang baru. Periode pencatatan yang baru ini layaknya hari yang baru.

Manusia juga dapat menjadikan setiap hari sebagai awal yang baru, dengan kesempatan baru untuk memperbaiki kekurangan yang lama dan mempertahankan hal-hal yang baik.

  1. Hidup Harus Seimbang

Anak akuntansi pasti pernah disuruh untuk membuat laporan keuangan, dimana saldo aktiva harus seimbang dengan saldo pasiva. Prinsip keseimbangan banyak terdapat di berbagai ilmu. Dan memang, keseimbangan itu adalah hal yang mesti diperjuangkan oleh setiap manusia.

Tidak baik untuk terlalu mengunggulkan sifat introvert, sampai lupa untuk bersosialisasi. Tidak baik pula untuk terlalu mementingkan penampilan sampai lupa untuk memoles kepribadian. Dan sebaliknya.

Advertisements
  1. Konsistensi dan Komitmen

Dalam menggunakan sebuah metode dalam akuntansi haruslah konsisten. Kalau tidak konsisten maka hasil yang didapat juga tidak karuan. Hal ini mengajarkan kita untuk berkomitmen dengan satu hal dan konsisten untuk mencapai hal tersebut. Baca Ini Beberapa Kelebihan dan Kekurangan Komputer Akuntansi

  1. Optimisme

Dalam akuntansi, diasumsikan perusahaan akan terus berdiri, tanpa ada titik akhir. Optimisme ini bisa kita tiru dalam kehidupan sehari-hari. Saat melakukan usaha, jangan berpikir tentang kapan akan berhenti. Kerjakan saja yang terbaik untuk saat ini, sambil berharap mendapat hasil yang baik pula di masa depan.

  1. Rencana Cadangan

Dalam ilmu akuntansi, tidak hanya ada optimisme saja. Jangan sampai terlalu optimis sampai menolak kalau ada yang namanya kemungkinan buruk. Dalam akuntansi, ada yang namanya cadangan kerugian.

Jadi, perusahaan sudah bersiap-siap tentang apa yang akan dilakukan ketika kemungkinan buruk itu terjadi. Dengan prinsip ini, perusahaan juga bijak untuk tidak menghabiskan seluruh sumberdaya ketika mencapai kesuksesan.

  1. Tanggung jawab

Dalam ilmu akuntansi, ada yang namanya auditing atau penilaian laporan keuangan. Laporan keuangan ini nantinya dipertanggungjawabkan di hadapan para investor. Dari sini, pelajaran hidup yang bisa dipetik adalah soal tanggungjawab.

Sifat bijak bisa muncul dari kesadaran bahwa masing-masing dari kita sebenarnya punya tanggungjawab atas diri kita sendiri. Tanggungjawab ini juga mengingatkan kita, untuk tidak melulu menyalahkan orang lain atau keadaan.

  1. Objektif

Hasil dari akuntansi adalah informasi yang digunakan sebagai dasar penentuan keputusan. Dari situ, kita bisa belajar bahwa pengambilan suatu keputusan baiknya tidak didasari mimpi atau asumsi semata, tetapi juga melihat kondisi nyata yang ada. Baca 8 Profesi yang Menjanjikan Berkaitan Dengan Akuntansi

  1. Setiap Hal yang Kecil itu Berarti

Dalam ilmu akuntansi, tiap aktivitas keuangan harus dicatat, bahkan disimpan bukti-buktinya. Satu transaksi saja yang terlewat untuk dicatat bisa mengacaukan seluruh hasil laporan. Hal yang bisa dipetik adalah untuk tidak pernah meremehkan sesuatu. Sebab setiap hal yang besar merupakan kumpulan hal-hal yang kecil.

Advertisements
Load More Related Articles
Load More In Akuntan
Comments are closed.