Home Aplikasi Pahami Apa yang Dimaksud dengan Siklus Akuntansi?

Pahami Apa yang Dimaksud dengan Siklus Akuntansi?

Komentar Dinonaktifkan pada Pahami Apa yang Dimaksud dengan Siklus Akuntansi?
Pahami Apa yang Dimaksud dengan Siklus Akuntansi?

Siklus Akuntansi adalah proses penyusunan laporan keuangan secara sistematis selama periode waktu tertentu. Tujuan pembuatan siklus akuntansi adalah agar pengusaha dapat membuat keputusan yang tepat tentang usahanya. Tahapan siklus akuntansi terdiri dari 7, yakni:

  1. Transaksi usaha
  2. Pembuatan bukti asli
  3. Pencatatan dalam jurnal
  4. Pencatatan ke buku besar dan buku tambahan
  5. Neraca lajur penyesuaian
  6. Laporan keuangan
  7. Jurnal penutup
  8. Neraca saldo setelah penutupan

Apakah maksud dari tahapan-tahapan tersebut? Apa fungsi pentingnya dalam siklus akuntansi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Siklus Akuntansi Adalah ..

  1. Transaksi usaha

Transaksi usaha adalah segala kegiatan yang mengakibatkan berubahnya posisi keuangan perusahaan. Contoh transaksi adalah penjualan, pembelian, membayar hutang, menggaji karyawan, dan lain-lain. Berdasar contoh, dapat disimpulkan bahwa transaksi bisa dilakukan dengan orang didalam (internal) atau diluar (eksternal) perusahaan.

  1. Pembuatan bukti asli

Adanya kegiatan transaksi dibuktikan dengan dokumen transaksi. Dokumen transaksi pun tidak sembarangan, melainkan harus disusun sedemikian rupa sehingga sah dan dapat diakui kebenarannya. Baca 5 Aplikasi Akuntansi Android Bahasa Indonesia Terbaik Gratis

Advertisements

Dokumen transaksi biasanya berbentuk tertulis. Contoh dokumen transaksi adalah kwitansi, faktur, nota bank, bukti pengiriman dan penerimaan barang, dan lain-lain.

  1. Pencatatan dalam jurnal

Setelah melakukan transaksi dan memiliki bukti asli transaksi, maka transaksi tersebut harus dicatat pada jurnal atau buku harian. Tidak boleh ada transaksi yang luput dari pencatatan jurnal harian.

Hal-hal yang diinput ke dalam jurnal adalah tanggal terjadinya transaksi, nama perkiraan, kolom debet yang menampilkan jumlah yang didebet, serta kolom kredit yang menampilkan jumlah yang dikredit.

Tahapan pencatatan harian terbagi ke 5 tahap, yakni:

  1. Menentukan kategori transaksi, apakah dari slip deposito bank, dari penerimaan penjualan, ataukah dari sumber lain.
  2. Menentukan hal-hal yang mungkin dipengaruhi oleh transaksi tersebut, bisa jadi aktiva, modal atau kewajiban.
  3. Menentukan apakah aktiva, modal atau kewajiban itu mengalami penambahan atau malah berkurang akibat transaksi tersebut.
  4. Menentukan tindakan, apakah mendebet atau mengkredit perkiraan.
  5. Merekam transaksi dan data-data tersebut ke dalam jurnal.

Pencatatan ke buku besar dan buku tambahan

Pencatatan ke buku besar adalah kegiatan memasukkan perkiraan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan kategorinya. Jumlah buku besar yang dibuat oleh perusahaan tergantung pada seberapa banyak perkiraan yang ditimbulkan oleh transaksi.

Advertisements

Semakin banyak perkiraan, maka semakin banyak pula buku besar. Judul kolom dalam buku besar biasanya menampilkan tanggal, kolom item, kolom debet, dan kolom kredit. Baca 6 Aplikasi Untuk Anak Akuntansi Terbaik

Sementara itu, buku tambahan berfungsi untuk mencatat informasi lebih lanjut tentang perkiraan. Misalnya pada perkiraan piutang, maka buku tambahan harusnya memberi penjelasan siapa pelanggan/kreditur dan berapa piutang/hutang perusahaan. Dengan begitu nantinya, kita bisa mengetahui perubahan saldo pada tiap langganan atau kreditur.

Jadi, perkiraan hutang/piutang pada buku besar umum berasal dari buku besar tambahan. Sehingga perkiraan piutang disebut sebagai perkiraan kontrol yang mengatur buku besar piutang.

  1. Neraca lajur penyesuaian

Langkah awal pada tahap ini adalah pembuatan neraca saldo. Neraca saldo berisi saldo perkiraan-perkiraan, yang nantinya menampilkan sama tidaknya total debet dengan total kredit. Selanjutnya adalah pembuatan jurnal penyesuaian. Jadi, jurnal penyesuaian berfungsi untuk memperbarui perkiraan aktiva dan kewajiban sehingga lebih akurat dan sesuai dengan periode tersebut.

  1. Laporan keuangan

Elemen yang terdapat di laporan keuangan adalah laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan dan neraca. Laporan laba rugi berisi keuntungan dan kerugian bersih yang didapat perusahaan. Nilai sisa modal akan tergabung dalam neraca.

  1. Jurnal penutup

Jurnal penutup adalah kegiatan dimana ayat jurnal memindahkan nilai sisa pendapatan, pengambilan pribadi, juga beban, dari masing-masing perkiraan ke perkiraan modal. Baca 12 Link Lokasi Situs Download Software Akuntansi

  1. Neraca saldo setelah penutupan

Pada tahap terakhir ini, neraca saldo berfungsi untuk menguji ketepatan kegiatan penjurnalan, pemindahbukuan ayat jurnal penyesuaian dan penutupan.

Hal ini ditujukan untuk memastikan bahwa posisi buku besar telah seimbang sebelum memulai periode pembukuan yang baru. Tidak lupa, saat penutupan dibubuhkan pula tanggal penutupan periode.

Advertisements
Load More Related Articles
Load More In Aplikasi
Comments are closed.